![]() |
| Foto: Prof . Yuzril izra Mahendra (kiri), Prof . Mahfud MD (kanan), (ilustrasi. Ist) |
Yusril Ihza Mahendra dan Mahfud MD. Keduanya berasal dari generasi yang sama, namun jalur karir dan peran yang ditempuh seringkali berbeda bahkan kadang berada di posisi yang berlawanan.
Namun, seperti yang terlihat dalam rekaman terbaru di kanal YouTube Mahfud MD official, yang di pandu oleh host Rizal Mustary. Kedua
Pada pertemuan itu, Yusril secara langsung memuji Mahfud sebagai sosok yang memiliki wawasan dan pemikiran cemerlang, mampu menjembatani teori hukum dengan praktik nyata di lapangan.
Menurut Yusril, Mahfud adalah contoh figur yang tidak hanya kuat di akademik, tetapi juga memiliki pengalaman panjang di pemerintahan dan politik, sehingga mampu menyelesaikan masalah hukum aktual yang dihadapi negara.
Hal ini sejalan dengan citra Mahfud sebagai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang dikenal dengan keberanian dalam memegang teguh asas hukum.
Sebaliknya, Mahfud juga pernah menyebut Yusril sebagai "mahaguru Hukum Tata Negara" dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di MK, meskipun pada waktu itu keduanya berada di kubu yang berbeda Mahfud sebagai pemohon dan Yusril sebagai ketua tim pembela Prabowo-Gibran.
Pada kesempatan itu, Mahfud mengutip pandangan Yusril tahun 2014 yang menyatakan bahwa MK tidak boleh hanya menjadi "mahkamah kalkulator" yang hanya fokus pada angka, melainkan harus menilai proses pemilu secara komprehensif.
Meskipun kemudian Yusril menyatakan bahwa pernyataan itu tidak relevan dengan konteks Pilpres 2024, momen tersebut menunjukkan bahwa kedua tokoh tetap menghargai pandangan satu sama lain sebagai pakar di bidangnya.
Selain itu, dalam rekaman juga terungkap kisah personal Yusril tentang peranannya dalam terpilihnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden tahun 1999, serta harapannya agar antara keturunan Masyumi (dimana Yusril berasal) dan NU (yang diwakili Gus Dur) tidak lagi memiliki beban psikologis akibat sejarah perseteruan di masa lalu.
Kisah ini memberikan wawasan tentang latar belakang sosial dan politik yang membentuk pandangan kedua tokoh, yang meskipun berbeda, tetap berusaha untuk kepentingan bangsa.
Perbedaan jalur yang ditempuh keduanya tidak mengurangi status mereka sebagai guruh besar Hukum Tata Negara.
Yusril dengan latar belakang Masyumi dan pengalaman sebagai menteri hukum beberapa kali, sementara Mahfud dengan akar di NU dan karir di lembaga kehakiman, menunjukkan bahwa keberagaman jalur dan pandangan bisa menjadi kekuatan dalam membangun tatanan hukum negara.
Namun kini, Yusril Izha Mahendra Pada Oktober tahun 2024 Lalu di angkat Menjadi Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Per masyarakatan Indonesia (Menko kum, Ham, Impas) oleh Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029.
sementara Mahfud MD pada bulan lulu 2025, ia di angkat anggota komite Reformasi bersama Yusril, Jimly dan tokoh-tokoh Penting lainya di angkat oleh Prabowo Subianto Republik Indonesia (RI).
Di momen diskusi itu keduanya terlihat Santai dan bersahaja, tak terlihat keduanya terasa tegang, " seperti di yang terlihat selama ini di telivisi dan media-media lainnya, keduanya sangat bersebrangan ".
Dalam generasi yang sama, keduanya telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk tatanan hukum dan politik Indonesia hingga saat ini. (red)


0 Komentar